Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kebumen Serahkan Laporan Pengawasan PDPB Triwulan I Tahun 2026

Bawaslu Kebumen Serahkan Laporan Pengawasan PDPB Triwulan I Tahun 2026

KEBUMEN – Bawaslu Kabupaten Kebumen secara resmi merampungkan dan menyerahkan Laporan Periodik Hasil Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 ke Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Penyerahan laporan ini merupakan wujud nyata akuntabilitas Bawaslu dalam mengawal proses pemutakhiran data pemilih yang akurat dan komprehensif pasca-Pemilihan 2024. Laporan tersebut mencakup seluruh rangkaian kegiatan pengawasan, mulai dari upaya pencegahan, koordinasi antar instansi, hingga hasil uji petik faktual yang dilakukan oleh jajaran pengawas di lapangan.

Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, Bawaslu Kebumen mencatat dinamika data pemilih yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil pengawasan pleno rekapitulasi pada 2 April 2026, jumlah Daftar Pemilih Berkelanjutan di Kabupaten Kebumen kini mencapai 1.095.974 pemilih. Angka ini mencakup penambahan 14.439 pemilih baru (MS) serta penghapusan 9.043 pemilih yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena faktor meninggal dunia, data ganda, hingga perubahan status menjadi TNI/Polri.

Fokus utama pengawasan kali ini tertuju pada akurasi data pemilih yang telah meninggal dunia. Melalui metode uji petik di berbagai desa, seperti Desa Wirogaten dan Jatiroto, Bawaslu berhasil mengidentifikasi sejumlah nama yang masih tercantum dalam aplikasi Cek DPT Online meski telah wafat. Sebagai langkah konkret, Bawaslu telah melayangkan saran perbaikan ke KPU Kabupaten Kebumen dan telah ditindaklanjuti dalam aplikasi Sidalih.

Selain pengawasan langsung, Bawaslu juga memperkuat keterbukaan informasi dengan memanfaatkan media sosial dan mendirikan Posko Aduan Masyarakat baik secara daring maupun luring. Meskipun menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses data, Bawaslu Kebumen tetap berkomitmen melakukan pengawasan yang intensif. Hal ini bertujuan untuk memastikan hak konstitusional warga negara tetap terjaga menuju perhelatan demokrasi mendatang. (IC)