Lilin-Lilin Demokrasi: Lolly Suhenty Dorong Kader P2P Berfungsi dan Bergerak
|
Kebumen-Bawaslu Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan Peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Bawaslu Jawa Tengah pada Kamis (22/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, jajaran Gerakan Pramuka, satuan pendidikan, serta peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif dari berbagai daerah. Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menyampaikan keynote speech mengenai penguatan kader pengawas partisipatif dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”.
Dalam paparannya, Lolly menegaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif tidak hanya bertujuan mencetak peserta yang memahami kepemiluan, tetapi juga membentuk kader yang mampu menjalankan fungsi pengawasan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan P2P tidak berhenti pada proses pelatihan, melainkan ketika para kader mampu hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan sekitarnya dalam menjaga kualitas demokrasi.
Lebih lanjut, Lolly menjelaskan bahwa kader pengawas partisipatif harus mampu menghubungkan isu demokrasi dan kepemiluan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Isu-isu seperti pembangunan, pelayanan publik, kesejahteraan, hingga persoalan sosial di lingkungan sekitar dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya demokrasi dan pengawasan partisipatif. Dengan demikian, demokrasi tidak dipandang sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, tetapi menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Selain itu, ia menekankan bahwa pusat pembelajaran dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif berada pada kader itu sendiri. Bawaslu berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang partisipasi dan menjembatani berbagai kebutuhan kader, sementara para peserta diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya komunitas, membangun jejaring, serta memanfaatkan ruang digital untuk menyebarluaskan informasi yang benar dan mendorong tumbuhnya kesadaran demokrasi di masyarakat.
Menutup arahannya, Lolly mengibaratkan kader pengawas partisipatif sebagai lilin-lilin kecil yang menerangi ruang demokrasi. Ketika satu lilin padam karena berbagai hambatan, lilin lain di sekitarnya harus membantu menyalakan kembali agar cahaya tetap menyala. Menurutnya, semakin banyak kader yang berfungsi dan bergerak secara mandiri serta saling menguatkan, maka semakin terang pula demokrasi Indonesia. Sejalan dengan semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Kebumen berkomitmen mendukung dan melaksanakan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 guna mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang aktif, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang bermartabat.(IC)