Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Database, Bawaslu Kebumen Tata Data Parmas dan Pencegahan

Perkuat Database, Bawaslu Kebumen Tata Data Parmas dan Pencegahan

KEBUMEN-Di masa non tahapan, Bawaslu Kabupaten Kebumen mengawasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) setiap triwulan dan pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik setiap satu semester di KPU Kabupaten Kebumen. Sedangkan proses dari kedua kegiatan pengawasan tersebut digunakan sebagai koordinasi-koordinasi dengan stakeholders terkait. Penerimaan masukan dan pengawasan partisipatif atas dua kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat melalui link online posko aduan serta masukan dari komunitas pengawas partisipatif seperti Perisai Demokrasi Bangsa, GMDK dan komunitas pengawas adhoc. Koordinasi melalui WA aktif berjalan, sesekali juga bertemu koordinasi tatap muka membahas hasil pengawasan partisipatif.

Selain itu, Bawaslu terus menyelenggarakan kegiatan non anggaran lainnya. Seperti sosialisasi kepemiluan kepada forum warga, pemilih pemula di kampus maupun sekolah-sekolah SMA/SMK/MA. Beberapa rencana Kerjasama (MoU) dengan kampus, sekolah, Pemerintah Desa dan media juga terus dibangun. Hal ini dibahas dalam rapat divisi P2H kemarin (13/04/2026) di kantor Bawaslu Kebumen. Badruzzaman, anggota Bawaslu Koordinator Divisi P2H memimpin langsung rapat tersebut dihadiri oleh Kasubag Pengawasan, Kasubah Humas dan staf masing-masing bagian. Setelahnya, juga dilanjutkan rapat tindak lanjut yang melibatkan semua kasubag dan staf untuk bersama menata database Parmas dan Pencegahan.

Terdekat, Bawaslu Kabupaten Kebumen akan melaksanakan program Bawaslu yang masuk ke dalam program strategis nasional. Yaitu Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). program ini dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota Se Indonesia. Saat ini masih menunggu arahan teknis dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Informasi awal, P2P 2026 ini dilaksanakan secara tatap muka dengan jumlah peserta pemilih pemula sebanyak 40 orang. Di tahun 2025, P2P dilaksanakan secara daring. Bawaslu Kebumen telah meluluskan 41 peserta. Alumninya telah membentuk komunitas pengawas partisipatif Bernama Garda Muda Demokrasi Kebumen (GMDK). Materi-materi Pendidikan disiapkan dari Bawaslu RI.

Terkait hal tersebut, Bawaslu Kebumen saat ini berjalan memperkuat database kegiatan Partisipasi Masyarakat. Kegiatan forum warga, kegiatan di kampus, sekolah, di desa, termasuk edukasi melalui media sosial merupakan upaya pencegahan. Dengan transformasi pengetahuan tentang kepengawasan pemilu kepada masyarakat, diharapkan memiliki keberanian untuk turut aktif mengawasi di Pemilu selanjutnya. 

Penguatan data Partisipasi Masyarakat dan Pencegahan secara kuantitatif tidak hanya memperkuat database pengawasan Bawaslu Kebumen, namun juga dilaporkan secara periodik kepada Bawaslu RI melalui link online yang disediakan. Sehingga di masa non tahapan ini, Bawaslu terus bekerja menyiapkan kesiapan semua pihak menghadapi Pemilu mendatang. Sekarang adalah masa menanam, jelang Pemilu adalah masa memanen dalam arti semua pihak terutama masyarakat siap melakukan pengawasan bersama. (humas)