Tabuh Beduk Ngabuburit Sesarengan Ngawasi: Strategi Bawaslu Jateng Rawat Integritas di Bulan Ramadan
|
Kebumen - Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara resmi meluncurkan program "Tabuh Beduk Ngabuburit Sesarengan Ngawasi 2026" pada Selasa (24/2). Acara yang disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube Bawaslu Jateng ini menandakan bermulanya program pendidikan politik dan pengawasan partisipatif sepanjang bulan Ramadan. Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran Bawaslu memaknai Ramadan sebagai momentum refleksi integritas dan penguatan kinerja pengawasan. “Kalau kita bicara tahapan Pemilu kan ada tahapan-tahapan, di dalam puasa juga ada tahapan-tahapan yaitu ada tiga fase, di mana di dalam 30 hari ini dibagi menjadi tiga fase,” kata Amin.
Amin menjelaskan, fase pertama Ramadan di 1-10 hari pertama merupakan fase rahmat yang menekankan adaptasi dan pembiasaan diri. Pembatasan pola makan dan minum melatih kita untuk menyesuaikan diri, sama halnya dengan pengawasan yang membutuhkan disiplin dan pengendalian diri.
“Fase yang kedua yaitu masa magfirah atau masa ampunan, kita semua mendapatkan pintu yang seluas-luasnya bagi hamba yang bertobat dan juga yang ingin bertobat,” ucap Amin. Kemudian fase ketiga yaitu pembebasan dari api neraka atau itqun minan naar. Menurutnya ini fase tertinggi dimana Allah SWT berjanji membebaskan kita dari api neraka bagi yang bersungguh-sungguh menjalankan ibadah puasa.
Acara diakhiri secara simbolik dengan melakukan pemukulan beduk oleh Muhammad Amin didampingi jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Bunyi beduk tersebut menandakan bermulanya program Ngabuburit Pengawasan Sesarengan Ngawasi secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. (humas/insan)