Bawaslu RI Luncurkan Ngabuburit Pengawasan 2026: Penguatan Spirit Kelembagaan
|
KEBUMEN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi meluncurkan kegiatan Kick Off Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026 secara daring pada Senin, 23 Februari 2026. Mengusung tema “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu”, acara ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, serta dihadiri oleh jajaran Anggota Bawaslu RI lainnya. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh jajaran Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia melalui kanal YouTube, termasuk Bawaslu Kabupaten Kebumen yang turut menyimak arahan pusat guna memperkuat soliditas internal di masa nontahapan pemilu.
Dalam kesempatan ini Pimpinan Bawaslu RI juga memberikan sambutannya. Sambutan pertama dari Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menjelaskan bahwa Ngabuburit Pengawasan tahun ini memiliki dua misi utama. Secara internal, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk membakar semangat kelembagaan dan mempertegas fungsi pengawasan meskipun tahapan pemilu sedang tidak berjalan. Secara eksternal, program ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa Bawaslu tetap bekerja produktif. Momen Ramadan dipilih sebagai waktu yang paling tepat untuk merefleksikan kembali sumpah dan janji pengabdian yang telah diikrarkan oleh seluruh pengawas pemilu.
Nuansa filosofis juga disampaikan oleh Anggota Bawaslu RI, Totok Hariyono, yang menghubungkan semangat Ramadan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan bahwa Ramadan adalah bulan pembebasan jiwa dari ketamakan kekuasaan dan praktik otoritarianisme. Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap dapat membangkitkan kembali nilai-nilai demokrasi yang bermartabat. Hal ini senada dengan upaya lembaga untuk menjadikan kritik publik sebagai energi positif dalam memperkokoh eksistensi Bawaslu sebagai pengawal demokrasi di tanah air.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, dalam arahan puncaknya menegaskan pentingnya mengintegrasikan integritas dan profesionalitas sebagai makhluk bertuhan dalam menjalankan tugas kelembagaan. Beliau mengingatkan bahwa tantangan pengawasan ke depan akan semakin berat dan kompleks, sehingga peningkatan kapasitas penyelenggara menjadi harga mati. Bawaslu harus hadir sebagai penyeimbang yang memastikan seluruh tahapan dan peserta pemilu berjalan di rel yang benar, sekaligus terus memperbaiki diri melalui budaya saling memberi saran dan kritik yang membangun.
Rangkaian Ngabuburit Pengawasan 2026 ini dijadwalkan berlangsung mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026 dan akan dilaksanakan secara serentak oleh Bawaslu di semua tingkatan daerah. Selain sebagai sarana penguatan internal, program ini juga diarahkan sebagai wadah edukasi kepemiluan bagi masyarakat luas, termasuk pelajar sebagai pemilih pemula. Peresmian kegiatan ditandai dengan pemukulan beduk oleh Ketua Bawaslu RI sebagai simbol dimulainya kolaborasi kolektif untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia yang lebih berintegritas. (IC)