Lompat ke isi utama

Berita

Kerawanan dan Strategi Pengawasan di Wilayah Kepulauan

KEBUMEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kebumen secara aktif mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Vol. 9 yang berfokus pada tema "Kerawanan dan Strategi Pengawasan di Daerah Kepulauan", Senin (02/02). Meski secara administratif bukan merupakan daerah kepulauan, Bawaslu Kabupaten Kebumen tetap memandang penting pemetaan kerawanan di wilayah sulit. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas wawasan mengenai dinamika pengawasan di wilayah dengan karakteristik geografis khusus, guna memastikan kesiapan mental dan teknis dalam menghadapi berbagai tipologi kerawanan Pemilu di masa mendatang. 

Kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Jawa Tengah Muhammad Amin. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kegiatan Pojok Pengawasan di Jawa Tengah digunakan untuk kajian isu isu strategis menuju Pemilihan Umum 2029, tentu dinamika nya berbeda dengan yang terjadi pada Pemilu sebelumnya.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jawa Tengah Nur Kholiq, juga turut memberikan arahan dimana terdapat tantangan tersendiri dalam melakukan pengawasan di wilayah kepulauan salah satunya, jarak tempuh dan cuaca. Menjadi tantangan jika cuaca tidak bersahabat sementara disisi lain dalam proses tahapan tertentu dalam Pemilu kita harus berpacu dengan waktu. 

Narasumber yang pertama adalah Dr Maryamah, M.Pd.I Koordinatir Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi dalam pengawasan di wilayah kepulauan adalah penduduk yang berpindah pulau (nelayan yang bekerja lintas pulau), sulitnya verifikasi faktual karena saat coklit sedang bekerja, dan dokumen kependudukan tidak lengkap karena akses mendapat layanan kependudukan yang cukup sulit dan jauh.

Strategi yang dilakukan oleh Bawaslu Kepulauan Riau adalah dengan melakukan pemetaan kerawanan berbasis wilayah pulau, koordinasi dengan TNI AL, Polair, KPU dan yang paling penting BMKG, melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif, edukasi pemilih di wilayah perbatasan dan penguatan SDM Pengawas di TPS Terpencil.

Narasumber yang kedua ALI PURNOMO, M.Pd.I Koordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kabupaten Jepara. Beliau memaparkan mengenai tantangan dan kendala yang beliau alami di wilayah Kabupaten Jepara yang memiliki 1 kecamatan di wilayah kepulauan yakni Karimun Jawa seperti berbagai kendala pengawasan wilayah kepulauan akibat letak geografis yang jauh dengan waktu tempuh laut yang lama, terhentinya transportasi saat musim baratan karena cuaca ekstrem, keterbatasan anggaran, serta minimnya jaringan internet dan listrik yang masih bergantung pada diesel dan tenaga surya di Pulau Parang, Nyamuk, dan Genting. Selain itu beliau memaparkan strategi yang dilakukan dalam melakukan pengawasan di wilayah kepulauan tersebut yakni melalui identifikasi kerawanan, penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, intensifikasi monitoring bersama Panwascam, peningkatan kapasitas SDM pengawas hingga tingkat desa dan TPS, pengiriman logistik lebih awal, serta sosialisasi pengawasan partisipatif kepada masyarakat.