Lompat ke isi utama

Berita

Suguhan Hujan, Pengawasan Coklit Deteksi 4 Orang Pindah

Suguhan Hujan, Pengawasan Coklit Deteksi 4 Orang Pindah

Kebumen - Pagi ini, langit di Kabupaten Kebumen masih diselimuti awan tebal. Hujan turun perlahan, seolah menyambut langkah tim dari Bawaslu Kebumen yang bersiap melakukan pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Meski diguyur rintik hujan, semangat tak surut. Dari Kantor KPU Kebumen, rombongan berangkat menuju Kecamatan Prembun pada Selasa (28/04). Sepeda motor menjadi pilihan, menembus jalanan basah selama kurang lebih 30 menit perjalanan. Hari ini, ada lima desa yang menjadi tujuan: Tersobo, Sidogede, Pecarikan, Mulyosri, dan Kabuaran. Sepuluh data sampel pemilih telah disiapkan untuk dicocokkan langsung di lapangan.

Pengawasan dimulai dari Desa Tersobo. Kantor desa yang berada di tepi jalan menurun menjadi titik pertama. Di sana, tim disambut oleh perangkat desa, termasuk Pak Carik dan Kepala Desa. Satu data langsung menarik perhatian: seorang pemilih yang tercatat berusia lebih dari 100 tahun. “Masih hidup, Pak. Masih sehat,” ujar Pak Carik sambil tersenyum.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Sidogede yang berada tak jauh di utara. Di desa ini, ada tiga data sampel. Masing-masing menyimpan cerita berbeda: satu warga masih aktif dan sehat, satu lainnya merantau namun masih ber-KTP setempat, dan satu orang sedang dalam proses perpindahan domisili. “Beliau masih sehat, Saya bahkan mengantar waktu memilih kemarin,” ujar salah satu perangkat desa. Ia kemudian menambahkan, “Kalau yang ini merantau, tapi masih ber-KTP sini. Nah, yang ini sebelum puasa sudah mengajukan pindah.

Perjalanan menuju desa ketiga, Desa Pecarikan, memakan waktu sekitar 12 menit. Hamparan persawahan membentang di sepanjang jalan, meski beberapa titik akses terlihat rusak. “Ini biasa jadi jalan tembusan menuju Wadaslintang,” ujar Pak Carik. Di desa ini, ditemukan dua warga berstatus nonaktif. Namun setelah dikonfirmasi, keduanya masih tercatat sebagai penduduk setempat dan tengah merantau. “Mereka masih ber-KTP sini, hanya saja sedang merantau,” jelas sekretaris desa. Perjalanan pengawasan kemudian berlanjut ke dua desa terakhir, yakni Desa Mulyosri dan Desa Kabuaran. Meski waktu mulai beranjak siang, proses pencocokan data tetap dilakukan dengan teliti. Di dua desa ini, tim menemukan tiga warga yang telah berpindah domisili, satu orang dari Desa Mulyosri dan dua lainnya dari Desa Kabuaran. “Oh, kalau yang ini suami istri, sudah pindah,” ujar salah satu perangkat desa.

Dari keseluruhan hasil pengawasan, tercatat empat warga terindikasi pindah domisili, termasuk satu orang yang masih dalam proses perpindahan. Temuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan akurasi data pemilih berkelanjutan. Di tengah rintik hujan, jalan yang tak selalu mulus, dan jarak antar desa yang harus ditempuh, pengawasan tetap berjalan. Sebab di balik setiap data, ada tanggung jawab untuk menjaga hak pilih warga tetap terdata dengan tepat, demi proses demokrasi yang akurat dan terpercaya. (Hms-Putri)

(Hms-Putri)