Lompat ke isi utama

Berita

Talkshow Ngobras Magang Tematik Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Jateng

Talkshow Ngobras Magang Tematik Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu Jateng

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jateng, Nur Kholiq, S.H., S.Th.I., M.Kn., menegaskan komitmen lembaga untuk mengubah stigma terkait program magang yang selama ini dianggap hanya berkutat pada urusan administrasi perkantoran. Melalui Program Magang Tematik Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Jateng menghadirkan pendekatan baru dengan memberikan materi yang terstruktur. Materi tersebut merujuk pada silabus dan modul yang disusun langsung oleh Bawaslu RI, sehingga kualitas pendidikan pengawasan yang diterima peserta memiliki standar nasional yang mumpuni.

Harapan besar dari transformasi ini adalah lahirnya kader-kader pengawas partisipatif dari kalangan mahasiswa dan siswa yang mampu terjun langsung ke tengah masyarakat setelah masa magang usai. Selain memberikan kontribusi sosial, Nur Kholiq berharap pengalaman lapangan ini dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir mereka. Dengan demikian, aktivitas magang tidak hanya memberikan pengalaman praktis di dunia pengawasan pemilu, tetapi juga memberikan nilai tambah secara akademik bagi perjalanan studi para peserta.

Dari sisi peserta, motivasi yang beragam memperkaya dinamika program ini, sebagaimana disampaikan oleh Rere, mahasiswi Fisip Undip. Berbekal pengalaman organisasi dan minat pada pengembangan sumber daya mahasiswa, ia mengaku memiliki passion kuat terhadap isu pengawasan. Ketertarikannya untuk mendalami bagaimana proses pengawasan pemilu dilaksanakan secara nyata menjadi alasan utama bergabung, dengan harapan dapat menyerap ilmu langsung dari para praktisi di Bawaslu Jateng.

Di sisi lain, perspektif berbeda ditunjukkan oleh Abel, mahasiswi Manajemen dari Untidar Magelang, yang lebih tertarik pada aspek tata kelola organisasi. Ia memilih fokus pada manajemen data dan pengarsipan di Bawaslu karena menyadari betapa krusialnya peran data sebagai tulang punggung informasi dalam lembaga pengawas pemilu. Baginya, kemampuan mengelola dan merawat arsip secara profesional merupakan bagian penting dari transparansi dan akuntabilitas kerja-kerja pengawasan yang harus terus dijaga.