Satukan Langkah, Buka Akses Demokrasi bagi Semua! Bawaslu Kebumen dan SLB Putra Manunggal Teken MoU
|
KEBUMEN – Semangat membangun demokrasi yang inklusif tampak dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Kebumen dan SLB Putra Manunggal Gombong yang dilaksanakan di lingkungan sekolah, Selasa (21/7/2026).
Rombongan Bawaslu Kabupaten Kebumen yang dipimpin Ketua Amin Yasir bersama Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Badruzzaman, Hasbi Dewantara, selaku Kasubbag Pengawasan, serta staf sekretariat disambut langsung oleh Kepala Sekolah Surip, S.Pd., jajaran guru, dan para siswa SLB Putra Manunggal Gombong.
Momentum tersebut menjadi awal komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan demokrasi bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan melalui berbagai program kolaboratif. Nota kesepahaman yang ditandatangani kedua lembaga memuat tujuan membangun kebersamaan, meningkatkan pelaksanaan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif, serta mengembangkan pengetahuan tentang pengawasan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di lingkungan sekolah
Kepala SLB Putra Manunggal Gombong, Surip, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Kebumen membuka kesempatan bagi peserta didik untuk memperoleh pemahaman mengenai demokrasi sesuai kebutuhan dan karakteristik pembelajaran di sekolah.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Kebumen, Badruzzaman, menuturkan bahwa penguatan demokrasi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pendidikan demokrasi yang inklusif merupakan salah satu langkah untuk memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam memahami hak dan kewajibannya sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Melalui kerja sama yang berlaku selama lima tahun, kedua lembaga berkomitmen melaksanakan berbagai kegiatan berupa pendidikan, pelatihan, sosialisasi, penguatan literasi demokrasi, pertukaran informasi, serta program lain yang disepakati bersama sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya ruang pembelajaran demokrasi yang semakin inklusif, sehingga penyandang disabilitas dan kelompok rentan memperoleh kesempatan yang setara untuk memahami serta berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi di Kabupaten Kebumen.