Bawaslu Raih Opini WTP ke-11 atas Laporan Keuangan Tahun 2025
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Opini tersebut diserahkan dalam agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2025 yang berlangsung di Auditorium BPK pada Selasa (28/7/2026). Capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan Bawaslu telah memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain meraih opini WTP, Bawaslu juga mencatat berbagai capaian dalam penguatan tata kelola kelembagaan. Beberapa di antaranya meliputi penyampaian laporan keuangan secara tepat waktu, peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran beserta capaian output, serta keberhasilan mempertahankan predikat Badan Publik Informatif. Pada aspek pelaksanaan tugas, Bawaslu juga terus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi yang partisipatif.
Dalam kesempatan tersebut, BPK memberikan apresiasi kepada kementerian dan lembaga yang menunjukkan komitmen dalam pengelolaan keuangan negara secara baik dan bertanggung jawab. Laporan Hasil Pemeriksaan diterima oleh Bagja didampingi Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait serta Inspektur Utama Rini Wartini. Ke depan, Bawaslu berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan guna memperkuat akuntabilitas kelembagaan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Bawaslu Kabupaten Kebumen terus mendukung penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel melalui pengelolaan anggaran yang efektif, pelaksanaan program yang transparan, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku. Komitmen ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pengawasan Pemilu yang profesional, berintegritas, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.