Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kebumen Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Pengawasan Pemilu melalui P2P 2026

.
.

KEBUMEN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kebumen menggelar podcast bertajuk “Sharing Session: Pengalaman P2P 2026 Garda Tunas Muda Maligo” di SMK Ma’arif 5 Gombong, Selasa (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman bagi generasi muda mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam mengawal proses demokrasi.

Podcast dipandu oleh Insan Cahyadi, staf Bawaslu Kabupaten Kebumen, dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Najawaan Nur Ardhiansyah selaku Ketua Garda Tunas Muda Maligo, Ahmad Chasan Rosyadi selaku Wakil Ketua Garda Tunas Muda Maligo, serta Hasbi Dewantara selaku Kepala Subbagian Pengawasan Bawaslu Kabupaten Kebumen sekaligus fasilitator Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026.

Dalam diskusi tersebut, Hasbi menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan sarana untuk membentuk kader pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi tahapan pemilu maupun pemilihan. Pada tahun 2026, program ini menyasar pemilih pemula, khususnya generasi muda yang aktif dalam kegiatan kepramukaan.

Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam pengawasan pemilu karena jumlah pengawas memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat menjadi salah satu upaya untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketua Garda Tunas Muda Maligo, Najawaan Nur Ardhiansyah, mengungkapkan bahwa melalui P2P 2026, dirinya memperoleh pemahaman baru mengenai proses pemilu. Menurutnya, pemilu tidak hanya sebatas datang ke tempat pemungutan suara dan memilih calon pemimpin, tetapi juga memiliki aturan serta mekanisme yang perlu dipahami oleh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Garda Tunas Muda Maligo, Ahmad Chasan Rosyadi, menyampaikan bahwa masyarakat dapat berperan lebih luas dalam pemilu, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga turut berpartisipasi dalam pengawasan. Ia tertarik mengikuti P2P karena ingin mengembangkan pengetahuan di bidang pengawasan pemilu sekaligus mendalami kegiatan kepramukaan melalui Saka Adhyasta Pemilu.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Kebumen mendorong generasi muda untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pengawasan partisipatif. Diharapkan, para pelajar yang telah mengikuti P2P dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta mengajak masyarakat untuk turut mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas. (humas/mhs)

Mahasiswa