Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kebumen dan SMK Ma’arif 5 Gombong Siapkan Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 untuk Pemilih Pemula

Bawaslu Kebumen dan SMK Ma’arif 5 Gombong Siapkan Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 untuk Pemilih Pemula

KEBUMEN – Dalam rangka memperkuat peran pemilih pemula, Bawaslu Kabupaten Kebumen melakukan konsolidasi demokrasi dengan SMK Ma’arif 5 Gombong terkait persiapan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang menyasar pemilih pemula dalam hal ini siswa-siswi yang aktif dalam kegiatan pramuka, Selasa 21 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kebumen Amin Yasir, S.H., Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Badruzzaman, S.Pd.I., serta Kasubbag Pengawasan Hasbi Dewantara, S.H. Dari pihak sekolah, selain Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ahmad Shodikun, M.Pd. dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Lutfi Winarno, S.Pd., turut hadir Pembina Pramuka Arif Hidayat, S.Pd. dan Rica Pamungkas Indrianingsih, S.Pd.

Pihak sekolah menyambut baik rencana pelaksanaan P2P tersebut. Mereka menilai kegiatan ini sangat relevan untuk memberikan pemahaman demokrasi kepada siswa, khususnya yang tergabung dalam Pramuka sebagai bagian dari pemilih pemula.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bawaslu yang bersedia turun langsung ke sekolah. Ini menjadi bekal penting bagi siswa agar siap berperan di masyarakat,” ujar Lutfi Winarno selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Pembina Pramuka, Arif Hidayat dan Rica Pamungkas Indrianingsih, juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan tersebut, termasuk dalam pengorganisasian peserta dari kalangan anggota Pramuka.

Ketua Bawaslu Kebumen Amin Yasir menjelaskan bahwa P2P merupakan salah satu program strategis nasional Pemerintah Republik Indonesia sebagai upaya untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pemilu, khususnya dari kalangan generasi muda.

“Melalui P2P, kami ingin menanamkan kesadaran kepada pemilih pemula agar tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga ikut mengawasi jalannya demokrasi,” jelasnya.

Pada tahapan pemilu sebelumnya SMK Ma’arif 5 Gombong juga telah aktif berkunjung ke Bawaslu dalam rangka pembelajaran politik dan kepemiluan, sehingga menjadi mitra yang potensial dalam pengembangan program ini.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 dapat berjalan optimal dan mampu mencetak generasi muda yang kritis, partisipatif, dan berintegritas dalam mengawal demokrasi. (IC)