Lompat ke isi utama

Berita

Kelas Sengketa : Mahasiswa UPB Jadi "Aktor Sidang" Sehari

Simulasi Penyelesaian Sengketa Peserta dengan Penyelenggara Pemilu Menggandeng Mahasiswa dari UPB
Simulasi Penyelesaian Sengketa Peserta dengan Penyelenggara Pemilu Menggandeng Mahasiswa dari UPB

Kebumen — Ruang sidang Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kebumen tampak lebih semarak dari biasanya pada Jumat (26/06/2026). Suasana yang identik dengan proses persidangan kali ini dipenuhi gelak tawa dan antusiasme belasan mahasiswa bersama para pegawai Bawaslu yang mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran secara interaktif.

Pemandangan di dalam ruangan tampak begitu dinamis dan penuh warna. Ada mahasiswa yang tampil rapi dengan kemeja putih sembari mendekap map berlogo Bawaslu, dan ada pula pegawai yang sibuk mondar-mandir mengarahkan gerakan demi gerakan. Di sudut lain, seorang pemuda berkaus santai tampak fokus di balik lensa kamera, memastikan tidak ada satu pun momen berharga yang luput dari rekaman.

Rupanya, mereka sedang bahu-membahu menghidupkan Simulasi Mediasi dan Adjudikasi Penyelesaian Sengketa Peserta dengan Penyelenggara Pemilu (PSPP). Para "aktor dan aktris" dadakan ini merupakan mahasiswa pilihan dari Universitas Putra Bangsa (UPB) Kebumen. Agenda interaktif ini merupakan kegiatan lanjutan, pertemuan ke enam Kelas Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu yang dipandu oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kebumen, Eka Rohmawati, S.H. Lewat program ini, Bawaslu sengaja menggandeng civitas akademika untuk ikut peduli terhadap pencegahan dan penindakan pelanggaran Pemilu.

Alih-alih dijejali teori hukum yang rumit lewat tumpukan berkas matakuliah, para mahasiswa ini diajak langsung "masuk" ke dalam sistem. Selama sehari penuh, mereka dengan antusias mengikuti setiap instruksi dari sang "sutradara" lapangan, memerankan bagaimana alur riil sebuah sengketa pemilu disidangkan dan diputuskan secara hukum. Langkah Bawaslu Kebumen memindahkan ruang kelas ke ruang sidang simulasi ini membawa angin segar, karena Mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menyebarkan kesadaran (awareness) ini ke masyarakat luas.

Suasana cair dan penuh canda yang tercipta hari ini membuktikan bahwa edukasi politik tidak selalu harus menegangkan. Lewat simulasi ini, Bawaslu Kebumen tidak hanya meruntuhkan sekat kaku dengan generasi muda, tetapi juga berhasil menanamkan nilai-nilai keadilan Pemilu dengan cara yang paling menyenangkan: lewat pengalaman langsung dan gelak tawa. (Humas_Putri)

Putri