Siaran Pers
Bawaslu Kebumen Siap Laksanakan Program P2P 2026
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu RI Tahun 2026 kembali akan diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia antara bulan Mei s.d Oktober 2026. Sesuai arahan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, peserta pemilih pemula Tahun 2026 menyasar pada siswa SLTA yang aktif di Pramuka. Umumnya kelas X dan XI berumur 15–17 tahun. Satu Jawa Tengah sama, menyasar pemilih pemula siswa yang aktif di Pramuka. Hal ini merupakan bentuk tindak lanjut kerja sama Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan Kwarda Pramuka Jawa Tengah dalam Saka Adhyasta Pemilu. Termasuk Kabupaten Kebumen juga menyasar siswa SLTA yang aktif di Pramuka.
Pada hari Kamis, 14 Mei 2026, Bawaslu Kebumen dan SMK Ma’arif 5 Gombong menandatangani nota kesepahaman dalam Pendidikan Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif. Pada momentum tersebut, Bawaslu Kebumen juga memberikan sejumlah buku-buku Pemilu untuk perpustakaan sekolah.
Selanjutnya akan dilaksanakan Program P2P sampai akhir Mei 2026 kepada 40 siswa yang aktif di Pramuka. P2P direncanakan selama satu minggu penuh. Enam hari secara daring atau pembelajaran mandiri atas materi yang disiapkan melalui LMS dan terakhir diskusi tatap muka selama satu hari penuh. Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat P2P dari Bawaslu RI. Rangkaian kegiatan cukup panjang mulai dari arahan RI dan provinsi dalam kick off, pembelajaran modul, materi, pretes, diskusi, postes, pengumuman kelulusan dan RTL serta pemberian sertifikat P2P.
Pada Pemilu mendatang, peserta P2P tersebut sudah berusia 17 tahun lebih, dalam arti menjadi pemilih pemula di 2029. Konsep Bawaslu memberikan pendidikan kepemiluan sejak dini menjadi pemilih yang cerdas, sehingga di 2029 mereka siap berpartisipasi mengawasi. Tema P2P Tahun 2026 adalah “Bergerak dan Berfungsi Mengawasi Pemilu 2029 yang Bermartabat.”
Untuk pelaksanaan P2P di Bawaslu Kebumen, sebanyak 40 peserta siswa yang aktif di Pramuka telah terdata dari SMK Ma’arif 5 Gombong. Pada Tahun 2025, P2P juga melibatkan siswa yang aktif di Pramuka SMK Negeri 1 Kebumen.
Perlu diketahui, bahwa P2P merupakan program Bawaslu RI sejak Tahun 2019 hingga kini. Untuk Kebumen, menjadi pelaksana sejak Tahun 2020. Mekanisme perekrutan peserta berbeda-beda, namun semua menyasar pada pemilih pemula. Di Tahun 2020/2021 misalnya, perekrutan secara terbuka melalui pengumuman online, mencapai 98 peserta dan meluluskan 40 peserta. Ini model terbuka tanpa delegasi dari lembaga sipil.
Di Tahun 2022 dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi di Kabupaten Tegal dengan mengirim 6 peserta. Untuk tahap kedua di Tahun 2022 di Kabupaten Semarang kembali mengirim 6 peserta. Di Tahun 2023 dan 2024 kegiatan P2P lebih pada penguatan alumni-alumninya menghasilkan relawan siber sebanyak 4 orang tergabung se-Jawa Tengah. Seluruh peserta dua kegiatan tersebut dari jalur undangan dan delegasi organisasi mahasiswa dan kepemudaan. Di Tahun 2025 terbentuk komunitas alumni bernama Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Kebumen beranggotakan 10 orang.
Di Tahun 2025 sebanyak 40 peserta P2P lolos dan membentuk komunitas alumni bernama Garda Muda Demokrasi Kebumen (GMDK). Peserta tersebut juga dari jalur undangan dan delegasi lembaga dari organisasi ekstra mahasiswa seperti PMII, HMI, GMNI, dan IMM. Kemudian beberapa pemilih pemula dari karang taruna desa, perwakilan disabilitas, dan siswa SMK. Di Tahun 2026 ini peserta P2P menyasar pada siswa SLTA yang aktif di Pramuka sebagai tindak lanjut kerja sama Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan Kwarda Pramuka Jawa Tengah.
Dengan demikian, pelaksanaan P2P untuk pemilih pemula dilaksanakan dengan variatif sejak Tahun 2020 hingga 2026. Mulai model pendaftaran terbuka, undangan dan delegasi lembaga, dan model kerja sama antarlembaga.
Kuota terbatas. Meskipun demikian, Bawaslu Kebumen mempedomani materi Pendidikan Pengawas Partisipatif dari Bawaslu RI untuk materi sosialisasi kepada masyarakat. Seperti dengan mahasiswa, sekolah dalam program P5, forum warga desa seperti PKK dan pemerintah desa, mahasiswa magang, siswa PKL, dan lain sebagainya. Dengan demikian, edukasi pengawas partisipatif menyasar semua elemen pemilih.
Ttd
Humas Bawaslu Kebumen